Berita 06 Aug 2026 48 Dilihat

Tanamkan Budaya Anti-Bullying, Mahasiswa KKN Kelompok 002 UIN SAIZU Desa Somakaton Edukasi Seluruh Siswa SD Negeri 1 Mengangkang

Website Resmi Desa Somakaton

Tanamkan Budaya Anti-Bullying, Mahasiswa KKN Kelompok 002 UIN SAIZU Desa Somakaton Edukasi Seluruh Siswa SD Negeri 1 Mengangkang

Somakaton, 6 Agustus 2026 - Bullying masih menjadi salah satu persoalan yang kerap terjadi di lingkungan sekolah dan dapat berdampak pada kondisi psikologis maupun perkembangan peserta didik. Sebagai upaya menumbuhkan kesadaran akan pentingnya saling menghargai, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 002 Universitas Islam Negeri (UIN) Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto menggelar Sosialisasi Anti-Bullying di SD Negeri 1 Mengangkang pada Senin (27/7/2026). Kegiatan yang merupakan program pendukung KKN ini diikuti oleh seluruh peserta didik dengan tujuan membangun budaya sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.

Sosialisasi dikemas secara interaktif agar materi lebih mudah dipahami oleh peserta. Kegiatan diawali dengan pembukaan dan ice breaking untuk membangun semangat siswa, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh tim Bidang Pendidikan yang terdiri atas Ibnu Haris, Mukhlishoh Nida Asyfiya, Ni'matul 'Affiyah, dan Roro Antika. Dalam penyampaiannya, para pemateri menjelaskan pengertian bullying, bentuk-bentuk perundungan yang sering terjadi di lingkungan sekolah, dampak yang ditimbulkan bagi korban maupun pelaku, serta pentingnya membangun sikap saling menghargai dan peduli terhadap sesama. Antusiasme peserta tetap terjaga melalui sesi ice breaking singkat yang disisipkan di tengah kegiatan, sebelum dilanjutkan dengan pemutaran video edukatif mengenai dampak bullying.

Salah satu pemateri, Ibnu Haris, menyampaikan bahwa pendidikan karakter perlu ditanamkan sejak dini agar anak-anak mampu membangun hubungan yang sehat dengan teman sebaya. "Kami berharap adik-adik memahami bahwa bullying bukan sekadar candaan. Hal sederhana seperti menjaga ucapan, menghargai teman, dan saling mengingatkan dapat menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi semua," ujarnya.

Salah satu sesi yang menarik perhatian peserta adalah refleksi melalui papan ungkapan. Pada sesi ini, setiap siswa diminta menuliskan berbagai dampak dan akibat dari tindakan bullying pada secarik sticky note, kemudian menempelkannya pada papan yang telah disediakan. Beragam jawaban muncul dari para siswa, seperti malu, sedih, tidak percaya diri, dikucilkan teman, kehilangan semangat belajar, hingga takut pergi ke sekolah. Melalui refleksi tersebut, siswa diajak memahami bahwa perundungan bukan sekadar candaan, melainkan tindakan yang dapat meninggalkan dampak bagi kehidupan seseorang. Kegiatan kemudian ditutup dengan yel-yel anti-bullying sebagai bentuk komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan sekolah yang lebih ramah.

Bagi mahasiswa KKN UIN Saizu Kelompok 002, sosialisasi ini bukan sekadar penyampaian materi, tetapi juga menjadi upaya menanamkan nilai empati, kepedulian, dan rasa saling menghormati sejak usia dini. Melalui kolaborasi antara mahasiswa, guru, dan peserta didik, budaya anti-bullying diharapkan dapat terus tumbuh di SD Negeri 1 Mengangkang sehingga tercipta lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan setiap anak.

Tulis Komentar