Sistem Informasi Desa Somakaton
Somakaton, 28 Januari 2026 – Suasana khidmat bercampur guyub menyelimuti Dusun 3, Desa Somakaton, Kabupaten Banyumas pada Rabu pagi, 28 Januari 2026. Puluhan warga berkumpul membawa Tenong, wadah anyaman bambu berbentuk bulat yang berisi aneka nasi, lauk pauk, dan jajanan pasar, untuk merayakan tradisi turun-temurun, Tenongan. Tradisi ini bukan sekadar ajang makan bersama, melainkan simbol rasa syukur kolektif masyarakat atas melimpahnya hasil bumi sekaligus permohonan doa keselamatan bagi seluruh warga desa. Kegiatan Tenongan diadakan setelah terlaksananya kegiatan membersihkan makam bersama.
Penyelenggaraan tahun ini terasa lebih istimewa dengan hadirnya mahasiswa KKN Tematik Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) 2026. Keterlibatan para intelektual muda ini memberikan warna baru dalam upaya pelestarian budaya lokal di tengah arus modernisasi. Di antara kerumunan warga yang mengenakan pakaian adat dan batik, para mahasiswa tampak antusias membaur, membantu persiapan, hingga mengikuti prosesi doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat.
Momen puncak acara ditandai dengan Kembul Bujana, di mana warga dan mahasiswa duduk bersila melingkar untuk saling membuka Tenong dan berbagi makanan. Di sinilah sekat-sekat sosial melebur; tidak ada perbedaan antara petani, perangkat desa, maupun mahasiswa. Semuanya menikmati hidangan khas pedesaan dalam suasana kekeluargaan yang kental. Kehadiran KKN Unsoed diharapkan mampu membawa dampak positif, khususnya dalam mendokumentasikan dan mempromosikan potensi budaya Desa Somakaton ke khalayak luas melalui media digital. Tradisi Tenongan kali ini tidak hanya menjadi simbol syukur kepada Sang Pencipta, tetapi juga menjadi gerbang pembuka sinergi yang manis antara masyarakat desa dengan mahasiswa untuk kemajuan Somakaton ke depan.